BAHASA SASTRA DAN TEKS SASTRA

        LAPORAN BACAAN MINGGU KE 3
     BAHASA SASTRA DAN TEKS SASTRA

Nama                    :Nesa Yulia
Nim                       :21016159
Mata Kuliah          : Pengantar Pengkajian Kesusastraan
Dosen pengampu:Dr.Abdurahman.M.Pd



A.Pendahuluan
Bahasa sastra adalah penghubung antara sesama anggota masyarakat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan, tetapi gaya bahasa dalam kesusastraan berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bahasa sastra berbeda dengan bahasa pidato politik, bahasa surat kabar, atau bahasa buku teks.

Bahasa sebagai media pengucapan yang mampu menimbulkan kesan, keindahan amat dipentingkan dalam suatu karya sastra. Kemampuan mengeksploitasi bahasa dalam segala dimensilah yang membedakan karya sastra dengan karya-karya yang lain.

Para tokoh strukturalis pernah mengatakan, dalam karya sastra dapat didekati dari dua segi. Segi pertentangan dengan bentuk dan pemakaian bahasa. Kedua segi seni dalam kaitan dan pertentangannya dengan bentuk-bentuk seni yang lain.Mendekati sastra dari segi seni berarti mendekati sastra dari segi estetik atau keindahan. Akan tetapi sastra lebih ditekankan pada aspek bahasanya karena aspek seni pada sastra melekat pasa penggunanan bahasa itu sendiri. Bahasa pada sastra, tidak sama dengan cat, gerak atau bahan baku seni yang lain. Karena bahasa sebelum digunakan dalam sastra telah mempunyai makna yang mau tak mau melandasi penciptaan sastrawan.

B.Pembahasan
1. kaidah Sastra

a) Bahasa baku teks sastra
Seorang pengarang atau sastrawan dalam pembuatan karya sastra Juga perlu mengolah bahan baku untuk menghasilkan karya sastra. bahan baku karya sastra adalah bahasa. Sastrawan mengolah bahasa agar menjadi indah dan bernilai seni. Sebab, keindahan itulah yang menyebabkan karya sastra disebut karya seni, yaitu seni sastra. Cara sastrawan menggunakan bahasa untuk menulis karya sastra berbeda dengan cara penulis lain untuk menghasilkan karya ilmiah. Penulis karya ilmiah bertujuan menyampaikan gagasan kepada pembaca. Karena itu, kata-kata yang dipilih dalam rakitan kalimatnya dibuat sedemikian rupa agar pembaca karya ilmiah dapat cepat menangkap dan memahami gagasan penulis. Lain halnya dengan sastrawan. Sastrawan menulis bukan hanya untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca, melainkan juga menyampaikan perasaannya.

b) Perkembangan definisi teks sastra
Yang dimaksud dengan teks sastra adalah teks-teks yang disusun dengan tujuan artistik dengan menggunakan bahasa. Bahasa yang digunakan terdiri atas bahasa lisan dan bahasa tulis. Oleh karena itu, ada sastra lisan dan ada pula sastra tulis. Kajian ini berfokus pada kajian sastra tulis. Teks sastra berdasarkan ragamnya terdiri atas beberapa genre. Klasifikasi genre sastra itu didasarkan atas dasar kategori situasi bahasa. Berdasarkan situasi bahasa itulah sastra diklasifikasikan atas teks puisi, teks naratif atau prosa, dan teks drama.

c) Bahasa sastra VS bahasa keseharian
Bahasa sastra menggunakan bahasa kedua, sedangkan bahasa ke seharian menggunakan bahasa pertama. Karena bahasa sastra adalah bahasa yang digunkan oleh para sastrawan untuk membuat beberapa buku, menggunakan bahasa baku, dan pemilihan beberapa kata dan kalimat. Sedangkan bahasa keseharian menggunakan bahasa yang tidak menggunakan bahasa baku atau bahasa percakapan yang sering dilakukan oleh orang lain atau masyarakat.

d) Bahasa sastra VS bahasa ilmiah
Karya sastra dapat dinikmati sampai kapanpun meskipun berbeda zaman , karena terkandung nilai-nilai yang masih relevan untuk dipelajari atau dipraktikkan. Sedangkan nonsastra (ilmiah) akan berkembang terus menerus dari waktu ke waktu. Bahasa sastra adalah bahasa yang bersifat khayal/imajinatif atau subjektif karena sastra dciptakan oleh pengarang, dan pengarang tersebut memiliki hak penuh dalam menciptakan suatu karya sastra. Sedangkan bahasa ilmiah (nonsastra yang lebih bersifat nyata atau objektif). Karena hasil karya imliah dapat diperoleh berdasarkan fakta-fakta yang sudah ada dan disepakati kebenarannya secara umum.

e) Karakteristik bahan baku teks sastra
Karakteristik bahasa memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan konteks penggunaannya. Purwadarminto membedakan bahasa menjadi beberapa macam yaitu, ragam bahasa umum dan ragam bahasa khusus. Ragam bahasa umum adalah ragam bahasa yang biasa digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari oleh manusia dalam suatu masyarakat. Ragam bahasa khusus dikelompokan menjadi beberapa macam, yaitu ragam bahasa jurnalistik, ragam bahasa jabatan, ragam bahasa ilmiah, dan ragam bahasa sastra. Semuanya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang berbeda-beda. Misalnya, ragam bahasa jurnalistik memiliki ciri-ciri singkat, padat, sederhana, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis, populis, logis, gramatikal, menghindari kata tutur, menghindari kata dan istilah asing, pilihan kata (diksi) yang tepat, menggunakan kalimat aktif, menghindari kata atau istilah teknis, dan tunduk pada etika dan kaidah yang berlaku di masyarakat.


2. Teks dan Penggunaan Bahasa

a) Hakikat teks sebagai ilmu (tekstologi)
Sama halnya dengan kodikologi yang mempelajari seluk-beluk naskah (kodeks), tekstologi juga merupakan bagian dari ilmu filologi yang mempelajari seluk-beluk teks, terutama menelaah yang berhubungan dengan penjelmaan dan penurunan sebuah teks sebagai sebuah teks karya sastra, dari mulai naskah otograf (teks bersih yang ditulis pengarang) sampai pada naskah apograf (teks salinan bersih oleh orang-orang lain), proses terjadinya teks, penafsiran, dan pemahamannya.

Untuk memahami penjelmaan dan penurunan teks, peneliti harus memahami terlebih dahulu karakteristik penurunan teks berikut dengan karakteristik tiap-tiap jenis teks, sedangkan untuk menafsirkan eksistensi teks berikut dengan pemahaman isinya peneliti hendaknya memahami penelitian teks.

b) Ciri khas suatu teks
Menurut Baried (1985:56), teks artinya kandungan atau muatan naskah, sesuatu yang abstrak hanya dapat dibayangkan saja. Teks terdiri atas isi, yaitu ide-ide atau amanat yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Dan bentuk, yaitu cerita dalam teks yang dapat dibaca dan dipelajari menurut berbagai pendekatan melalui alur, perwatakan, gaya bahasa, dan sebagainya.

Apakah yang disebut teks? Teks ialah ungkapan bahasa yang menurut pragmatik, sintatik, dan semantik/isi merupakan suatu kesatuan. Dalam praktik ilmu sastra, kita membatasi diri pada teks tertulis dengan alasan agar praktis. Secara teoritis, ungkapan bahasa lisan pun, asal merupakan suatu kesatuan, termasuk teks. Kesatuan dibatasi menurut tiga aspek berikut.

Pragmatik ialah bagaimana bahasa dipergunakan dalam suatu konteks sosial tertentu. Adapun yang dimaksud atau disebut pragmatik yaitu pengetahuan mengenai perbuatan yang kita lakukan bilamana bahasa digunakan dalam suatu konteks. Istilah ini tidak sinonim dengan praktis seperti yang dimaksudkan dalam penggunaaan bahasa sehari-hari. Secara sintatik sebuah teks harus memperlihatkan keburuntutan dan harus relevan. Hal ini antara lain tampak bila unsur-unsur penunjuk secara konsisten di pergunakan.

ciri khusus teks sastra itu salah satunya ditandai oleh adanya unsur-unsur intrinsik karya sastra yang berbeda dengan unsur-unsur yang membangun bahan bacaan lainnya.

c) Jenis-jenis teks dalam kaidah tekstologi
Dalam penjelmaan dan penurunannya, secara garis besar dapat disebutkan adanya tiga macam teks, yaitu:

1. teks lisan (tidak tertulis);

2. teks naskah tulisan tangan;

3. teks cetakan (Baried, 1985:56).

Kalau kita lihat berdasarkan masa perkembangannya, teks yang pertama ada adalah teks lisan, teks lisan lahir dari cerita-cerita rakyat yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui tradisi mendongeng. Teks lisan berkembang menjadi teks naskah tulisan tangan yang merupakan kelanjutan dari tradisi mendongeng, cerita-cerita rakyat yang pernah dituturkan disalin ke dalam sebuah tulisan dengan menggunakan alat dan bahan yang sangat sederhana dan serta menggunakan aksara dan bahasa daerahnya masing-masing. Teks naskah tulisan tangan ini masih tradisional, setelah ditemukannya mesin cetak dan kertas oleh bangsa Cina maka perkembangan teks pun menjadi lebih maju, pada masa ini orang tidak harus susah-susah menyalin sebuah teks, tetapi teks-teks sangat mudah diperbanyak dengan waktu yang tidak lama maka lahirlah teks-teks cetakan.

d) Kaidah Teks Sastra dalam Kajian Tekstologi

Baried (1985:57), menyebutkan ada sepuluh prinsip Lichacev yang dapat dijadikan sebagai pegangan untuk penelitian tekstologi yang pernah diterapkan terhadap karya-karya monumental sastra lama Rusia. Kesepuluh prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tekstologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki sejarah teks suatu karya. Salah satu di antara penerapannya yang praktis adalah edisi ilmiah

teks yang bersangkutan;

2. Penelitian teks harus didahulukan dari penyuntingannya;

3. Edisi teks harus menggambarkan sejarahnya;

4. Tidak ada kenyataan tekstologi tanpa penjelasannya;

5. Secara metodis perubahan yang diadakan secara sadar dalam sebuah teks (perubahan ideology, artistic, psikologis, dan lain-lain) harus didahulukan daripada perubahan mekanis, misalnya kekeliruan tidak sadar oleh seorang penyalin;

6. Teks harus diteliti sebagai keseluruhan (prinsip kekompleksan pada penelitian teks);

7. Bahan-bahan yang mengiringi sebuah teks (dalam naskah) harus diikutsertakan dalam penelitian;

8. Perlu diteliti pemantulan sejarah teks sebuah karya dalam teks-teks dan monumen sastra lain;

9. Pekerjaan seorang penyalin dan kegiatan skriptoria-skriptoria (sanggar penulisan/penyalinan: biara, madrasah) tertentu harus diteliti secara menyeluruh;

10. Rekonstruksi teks tidak dapat menggantikan teks yang diturunkan dalam naskah-naskah.

C.Penutup
Bahasa yang dipakai dalam kesusastraan bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi lebih dari itu bahasa sastra memberi makna yang lebih luas terhadap komunikasi dan hubungan antar manusia.Bahasa sebagai media pengucapan yang mampu menimbulkan kesan, keindahan amat dipentingkan dalam suatu karya sastra. Kemampuan mengeksploitasi bahasa dalam segala dimensilah yang membedakan karya sastra dengan karya-karya yang lain.Sekian membahana kali ini tentang bahasa sastra dan teks sastra,semoga kita dapat memahaminya

D.Daftar pustaka
http://kanghamdani.blogspot.com/2010/10/konsep-dasar-sastra.html?m=1

http://sitinurakidah311.blogspot.com/2016/03/

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Teks_(teori_sastra)

https://www.trigonalmedia.com/2015/08/pengertian-dan-ciri-ciri-bahasa-sastra.html

http://sitinurakidah311.blogspot.com/2016/03/?m=1


Postingan populer dari blog ini

Interpretasi Sastra

Pendekatan Ekspresif Dan Pendekatan Pragmatik